Kamu tahu nggak kalau Baldur’s Gate 3 punya lebih dari 17.000 variasi ending? Angka itu bukan typo. Belasan ribu kemungkinan cerita yang bercabang dari keputusan pemain. Nah, sekarang bayangin jadi reviewer yang harus kasih skor buat game kayak gini. Main sekali sampai credit roll terus langsung nulis review?
Ini jadi dilema serius di dunia review game. Game dengan multiple endings dan branching narrative bikin reviewer harus jawab pertanyaan yang susah: berapa banyak ending yang harus dilihat sebelum bisa bilang reviewnya “lengkap”? Satu playthrough cukup, atau harus main lima kali?
Berapa Ending yang Harus Dilihat Reviewer?
Jujur, nggak ada jawaban pasti. Sebagian besar reviewer cuma punya waktu untuk satu, maksimal dua playthrough sebelum deadline review. Game modern kayak Detroit: Become Human atau Cyberpunk 2077 butuh puluhan jam buat satu run, apalagi kalau mau lihat semua cabangnya.
Masalahnya, satu playthrough itu cuma ngasih sample kecil dari pengalaman yang sebenarnya luas banget. Kamu bisa aja dapet ending yang bagus, terus kasih skor tinggi, padahal pemain lain yang ambil pilihan beda malah dapet cerita yang berantakan. Atau sebaliknya, kamu kecewa sama endingmu, padahal ada ending lain yang jauh lebih memuaskan tapi kamu nggak sempat lihat.
Beberapa game bahkan punya “true ending” yang baru kebuka setelah main beberapa kali. Nier: Automata terkenal dengan ini. Ending pertama cuma awal cerita, ending kelima baru ngasih penutup yang sesungguhnya. Kalau reviewer cuma main sampai ending A terus berhenti, dia melewatkan setengah lebih isi gamenya.
Reviewer yang jujur biasanya bilang terus terang berapa kali dia main dan path mana yang dia ambil. Transparansi ini penting biar pembaca tahu seberapa dalam reviewernya ngalamin gamenya.
Bias Path Pertama yang Dimainkan
Ada masalah lain yang jarang dibahas: bias dari path pertama. Pilihan pertama yang kamu ambil dalam game sering jadi “standar” di otakmu. Path lain jadi pembanding, bukan pengalaman tersendiri. Padahal, pemain yang mulai dari path berbeda bisa punya pengalaman yang sama validnya tapi terasa beda total.
Misalnya, kalau kamu main Detroit: Become Human dan keputusanmu bikin karakter utama mati di tengah cerita, pengalamanmu jadi jauh lebih pendek dari pemain yang berhasil jaga semua karakter hidup sampai akhir. Review yang kamu tulis bakal sangat dipengaruhi path mana yang kamu jalani duluan.
Selain itu, deadline review yang pendek bikin reviewer cenderung ambil pilihan yang paling jelas atau paling “heroik” karena biasanya itu jalur utama yang paling dipoles developer. Pilihan gelap atau ambigu sering kurang perhatian, tapi justru di situ kadang cerita paling menarik muncul.
Oleh karena itu, review game bercabang sering terasa kurang adil buat pemain yang pengalamannya beda jauh dari reviewer. Skor 8/10 dari reviewer yang main path A bisa jadi 6/10 buat pemain yang ngalamin path B dengan bug atau cerita yang kurang koheren.
Cara Membaca Review Game dengan Branching Narrative
Sebagai pembaca review, kamu juga perlu pinter-pinter milah informasi. Pertama, cek tanggal reviewnya. Review yang ditulis seminggu sebelum rilis biasanya cuma based on satu playthrough dengan waktu terbatas. Review yang muncul beberapa minggu setelah rilis punya kesempatan lebih banyak buat eksplorasi.
Kedua, cari tahu berapa lama reviewer main dan berapa ending yang dia lihat. Reviewer yang transparan biasanya nulis ini di awal atau akhir review. Kalau dia cuma main 20 jam di game yang punya 60 jam konten untuk semua path, ya jelas dia cuma lihat sebagian kecil.
Ketiga, jangan andalkan satu review doang. Baca beberapa review dari sumber berbeda. Kemungkinan besar mereka main path yang beda-beda, jadi kamu bisa dapet gambaran lebih lengkap. Forum dan komunitas pemain juga sering ngasih insight yang nggak muncul di review profesional, terutama soal path alternatif atau ending tersembunyi.
Terakhir, inget kalau skor review itu snapshot dari pengalaman satu orang di satu waktu. Bukan vonis final soal kualitas game secara keseluruhan. Game dengan banyak ending memang susah dinilai secara objektif karena setiap pemain bisa punya cerita yang beda banget. Review cuma titik awal, bukan keputusan akhir.
Jadi, lain kali kamu baca review game dengan multiple endings, jangan langsung percaya bulat-bulat. Tanya dulu: path mana yang reviewer mainkan? Berapa banyak konten yang dia lihat? Dan yang paling penting, apakah pengalamanmu nanti bakal mirip atau beda jauh?

