Bayangkan kamu beli PlayStation baru dua tahun lagi, buka kotaknya, dan tidak ada slot disc. Faktanya, Sony hentikan disc fisik PlayStation mulai Januari 2028 untuk semua game baru yang rilis setelah tanggal itu. Begitu juga game fisik yang kamu koleksi bertahun-tahun tidak bisa dimainkan kecuali kamu beli dongle tambahan. Ini bukan spekulasi, tapi pengumuman resmi dari Sony sendiri.
Pertama, pengumuman datang dari blog PlayStation pada 1 Juli 2026. Selanjutnya, semua game baru yang rilis setelah Januari 2028 hanya tersedia digital lewat PlayStation Store dan kode download di toko retail. Kemudian, game yang sudah rilis sebelum tanggal itu tetap bisa diproduksi disc sampai stok habis. Setelah itu? Semuanya all-digital tanpa kompromi.
Ternyata, disc Blu-ray PlayStation selama ini diproduksi eksklusif oleh Sony DADC, anak perusahaan Sony sendiri. Jadi begitu mereka tutup jalur produksi, tidak ada pihak ketiga yang bisa bikin disc PlayStation. Oleh karena itu keputusan ini bukan cuma soal satu atau dua publisher, tapi seluruh ekosistem PlayStation berubah total.
Sony Hentikan Disc Fisik PlayStation: Alasan Resmi
Sony bilang ini arah natural mengikuti preferensi konsumen. Faktanya, angkanya memang tidak bohong. Misalnya pada 2013 saat PS4 baru rilis, hanya 13% penjualan game PlayStation yang digital. Namun, lompat ke 2025, angka itu melonjak jadi hampir 80%. Artinya dari 10 game terjual, 8 sudah beli digital, cuma 2 yang beli disc fisik.
Padahal, buat gamer yang masih setia koleksi fisik, keputusan ini terasa seperti ditinggalkan. Koleksi game fisik yang sudah dikumpulkan bertahun-tahun tiba-tiba jadi artefak yang tidak bisa bertambah lagi. Selanjutnya kebiasaan beli game bekas di toko game atau marketplace online juga terancam. Pasar pre-owned game akan mati pelan-pelan karena supply disc baru berhenti total.
Kemudian, Sony menekankan game yang rilis sebelum Januari 2028 tidak terpengaruh. Misalnya kamu beli The Last of Us Part III disc di Desember 2027, disc itu tetap bisa diproduksi sampai publisher memutuskan berhenti cetak ulang. Tapi game yang rilis setelah cut-off itu? Digital-only sejak hari pertama tanpa opsi disc sama sekali.
Dampak untuk Publisher dan Gamer Indonesia
Dari sisi bisnis, keputusan ini masuk akal buat publisher game. Pertama, setiap kali mereka cetak disc fisik, mereka harus bayar royalti ke Sony plus biaya produksi disc, kotak, cover, dan kirim ke toko. Semua itu dibayar di muka sebelum game terjual satu pun. Jadi kalau game tidak laku, mereka rugi besar dengan inventory menumpuk di gudang.
Oleh karena itu, menghilangkan disc fisik berarti publisher tidak perlu tanggung risiko inventory lagi. Mereka cuma bayar royalti digital yang lebih kecil ke Sony setiap kali ada yang beli lewat PlayStation Store atau kode download. Akhirnya margin keuntungan jadi lebih besar, pelacakan penjualan jadi lebih simpel karena semuanya tercatat digital otomatis.
Ternyata, keputusan ini juga bocorkan rencana Sony untuk PlayStation 6. Analis dari Ampere Analysis bilang PS6 hampir pasti rilis akhir 2028 dan tidak akan ada slot disc di konsol standar. Kemudian paling banter Sony jual disc drive opsional seperti yang mereka lakukan di PS5 Slim sekarang. Kalau kamu mau main game lama yang punya disc fisik, kamu harus beli dongle tambahan sekitar 1-2 juta rupiah.
Padahal, buat gamer Indonesia ini cukup berat secara finansial. Pertama, harga game digital di PlayStation Store sering lebih mahal dari disc fisik impor atau bekas. Kedua, kuota internet habis buat download game 100GB lebih bisa bikin kantong jebol. Ketiga, tidak ada opsi jual lagi game yang sudah tamat kalau semuanya digital. Jadi game yang kamu beli jadi lisensi selamanya di akun, tidak bisa dipindahtangankan ke orang lain.
Sebaliknya, Sony berargumen ini langkah yang perlu diambil supaya retail game tetap hidup lebih lama. Faktanya toko game fisik sudah menyusut drastis sepuluh tahun terakhir, banyak tutup karena tidak mampu bersaing dengan harga digital. Kalau biaya jual game lewat retail bisa ditekan dengan sistem kode download, mungkin toko-toko itu masih bisa bertahan beberapa tahun lagi sebelum semuanya pindah online penuh.
Masa Depan Tanpa Disc Fisik PlayStation
Backlash dari komunitas gamer cukup keras setelah pengumuman ini. Pertama, ribuan komentar di blog PlayStation protes soal hilangnya pilihan antara disc dan digital. Kemudian, banyak yang takut kalau suatu hari server PlayStation Store tutup, semua game digital mereka ikut hilang tanpa jejak. Misalnya kasus PS3 dan PS Vita store yang nyaris ditutup beberapa tahun lalu? Itu masih menghantui memori komunitas sampai sekarang.
Namun, Sony bilang mereka sudah dengar keluhan tapi tetap jalan terus dengan rencana ini. Mereka yakin mayoritas pemain sudah nyaman dengan digital, dan data penjualan 80% digital memang dukung klaim itu dengan kuat. Tapi data agregat tidak ceritakan pengalaman individu yang bervariasi. Jadi buat gamer yang internet lambat, budget pas-pasan, atau suka koleksi fisik, ini bukan kabar baik sama sekali.
Akhirnya, keputusan Sony ini mengonfirmasi arah industri game konsol menuju dunia pasca-disc. Xbox dan Nintendo mungkin ikut dalam beberapa tahun ke depan dengan keputusan serupa. Kalau kamu masih mau punya game fisik PlayStation, sekarang waktunya borong sebelum 2028 datang. Setelah itu, rak koleksi game fisik kamu tidak akan bertambah lagi, tinggal kenangan belaka.
Soal kepemilikan digital game, baca juga: Beli Game Digital Hanya Lisensi: Kenapa Toko Kini Wajib Jujur.
“Ini arah natural untuk Sony Interactive Entertainment beradaptasi dengan tren konsumen, di mana preferensi umum untuk media digital jauh melampaui disc fisik.” (Sony, PlayStation Blog, 1 Juli 2026)

