Saya masih ingat semalaman begadang nonton trailer sebuah game yang katanya bakal jadi yang terbaik sepanjang masa. Waktu game itu akhirnya rilis dan reviewnya keluar, skornya biasa saja, dan komentar penonton langsung ribut. Sebagian bilang reviewernya buta, sebagian lagi bilang gamenya kelewat dielukan. Faktanya, hype game sebelum rilis punya efek yang jauh lebih besar ke penilaian daripada yang kita sadari, dan itu bekerja diam-diam di kepala reviewer maupun kita sendiri.
Awalnya kita menganggap skor review sebagai angka netral, seolah reviewer masuk ke game tanpa bawaan apa pun. Padahal tidak ada yang benar-benar kosong. Setiap orang datang membawa ekspektasi, dan ekspektasi itulah yang paling sering menggeser penilaian jauh sebelum layar pertama menyala.
Kenapa hype game sebelum rilis menggeser skor review
Namun masalahnya bukan cuma soal marketing yang kelewat rajin. Otak kita menilai sesuatu bukan dari kualitasnya saja, melainkan dari selisih antara harapan dan kenyataan. Sebagai contoh, game yang dijanjikan sebagai revolusi lalu ternyata cuma bagus akan terasa mengecewakan, sementara game kecil tanpa gembar-gembor yang ternyata solid justru terasa seperti permata.
Selanjutnya ada tekanan sosial yang jarang dibahas. Ketika sebuah game sudah dipuji ribuan orang sebelum rilis, reviewer yang memberi nilai rendah otomatis melawan arus dan siap dihujat. Oleh karena itu sebagian reviewer tanpa sadar menyesuaikan angka agar tidak terlalu jauh dari suara ramai. Sebaliknya, ada juga yang sengaja menurunkan nilai demi terlihat kritis dan berbeda.
Karena itu skor hari pertama sering lebih menggambarkan suhu ekspektasi ketimbang kualitas game itu sendiri. Menariknya, game yang sama kadang mendapat nilai lebih adil setelah hypenya reda beberapa bulan kemudian, saat orang memainkannya tanpa beban janji besar.
Kita tidak pernah menilai game dalam ruang hampa. Kita menilainya lewat kacamata harapan yang sudah dibentuk berbulan-bulan sebelum game itu ada di tangan kita.
Contoh nyata hype game sebelum rilis yang bikin penilaian meleset
Faktanya, sejarah game penuh kasus seperti ini. No Man’s Sky adalah contoh klasik ketika janji besar sebelum rilis bertabrakan dengan kenyataan, sehingga penilaian awal jauh lebih pahit daripada isi gamenya sekarang setelah bertahun-tahun update. Cyberpunk 2077 juga mengalami hal serupa, dengan ekspektasi yang dibangun setinggi langit lalu jatuh keras saat rilis.
Selain itu ada pola kebalikannya. Beberapa game yang tidak diberi panggung besar oleh penerbitnya justru dipuja melebihi kualitas sebenarnya, semata karena tidak ada beban ekspektasi yang menekan. Singkatnya, hype bisa mengangkat maupun menjatuhkan sebuah nilai, dan keduanya sama-sama menyesatkan pembaca yang cuma melihat angka. Kamu bisa membaca lebih lanjut soal fenomena psikologis ini di Wikipedia soal hype cycle yang menjelaskan bagaimana ekspektasi memuncak lalu anjlok.
Sebagai gambaran tambahan, coba perhatikan video berikut yang membahas bagaimana review dan ekspektasi membentuk persepsi kita terhadap sebuah game.
Cara membaca review tanpa terjebak hype
Pertama, cek kapan review itu ditulis. Ulasan yang keluar di tengah puncak hype cenderung membawa muatan emosi lebih besar daripada ulasan yang muncul beberapa minggu setelah keramaian mereda. Karena itu, membaca beberapa sumber dari waktu yang berbeda sering memberi gambaran lebih jujur.
Kedua, baca isi review bukan cuma skornya. Sebuah nilai tujuh bisa berarti game yang solid dengan satu kekurangan, atau game biasa yang kebetulan dinilai murah hati. Selanjutnya, pisahkan keluhan soal ekspektasi yang tidak terpenuhi dari keluhan soal masalah nyata seperti bug, kontrol buruk, atau performa yang jelek. Yang pertama soal selera dan janji, yang kedua soal kualitas asli. Kamu juga bisa mampir ke artikel kami soal inflasi skor review game untuk memahami kenapa angka sering menipu.
Sebagai penutup, ingat bahwa hype game sebelum rilis adalah bagian tak terpisahkan dari industri ini, dan tidak akan hilang. Namun kita bisa memilih untuk tidak larut di dalamnya. Turunkan ekspektasi ke level wajar, tunggu debu keramaian mengendap, lalu nilai game itu apa adanya. Dengan begitu, kekecewaan berkurang dan kejutan menyenangkan justru lebih sering datang.

