Saya masih ingat waktu satu tim esports favorit saya tiba-tiba ganti nama dalam semalam. Awalnya logo sponsor yang menempel di jersey dan nama resmi hilang begitu saja, seakan tidak pernah ada. Banyak penonton bingung, dan sebagian mengira timnya bubar. Faktanya, itu bukan soal prestasi buruk. Ternyata sponsor tim esports yang menopang mereka baru saja ambruk, dan seluruh identitas tim ikut goyah.
Menariknya, kejadian seperti ini lebih sering terjadi daripada yang orang kira. Di balik panggung megah dan hadiah miliaran, banyak organisasi esports bergantung pada uang sponsor untuk sekadar bertahan. Selanjutnya, ketika satu sponsor besar mundur, dampaknya bisa langsung terasa sampai ke gaji pemain.
Kenapa sponsor tim esports begitu menentukan
Berbeda dari klub sepak bola tradisional, kebanyakan tim esports belum punya sumber pemasukan sekokoh tiket stadion atau hak siar puluhan tahun. Karena itu, uang sponsor sering jadi tulang punggung utama. Selain itu, sponsor membayar untuk logo di jersey, nama di sosial media, sampai hak menamai tim itu sendiri.
Faktanya, sebagian sponsor rela membayar sangat mahal demi hak penamaan. Sebagai contoh, TSM dan bursa kripto FTX menandatangani kesepakatan naming rights senilai 210 juta dolar pada 2021, dan itu tercatat sebagai kontrak terbesar dalam sejarah esports. Selanjutnya tim tersebut resmi berganti nama menjadi TSM FTX. Selama uang mengalir, semuanya terlihat aman dan mapan.
Namun ketergantungan seperti ini menyimpan risiko yang jarang dibicarakan penonton. Karena satu pihak menyumbang porsi besar dari anggaran tim, nasib organisasi ikut menempel pada kesehatan bisnis sponsor tersebut. Selama sponsor sehat, tim tenang. Sebaliknya, kalau sponsor bermasalah, tim ikut kena imbasnya.
Prestasi di panggung memang bikin nama tim harum, tapi yang membayar gaji pemain di akhir bulan tetap uang sponsor.
Ketika sponsor kabur, semuanya bisa runtuh cepat
Contoh paling terkenal terjadi pada November 2022. Ketika FTX kolaps dan bangkrut, TSM langsung menangguhkan kemitraan itu, dan seluruh branding FTX dihapus dari nama tim, akun sosial media, sampai atribut pemain. Singkatnya, kesepakatan 210 juta dolar yang tadinya bersejarah berubah jadi beban yang harus dibuang secepat mungkin.
Selanjutnya, gelombang ini tidak berhenti di satu tim. Sepanjang 2022, banyak investor dan sponsor mulai menarik diri dari esports karena hype yang mereda dan ekonomi yang lesu. Akibatnya, beberapa organisasi terpaksa melakukan perampingan dan memberhentikan karyawan. Faktanya, uang yang tadinya deras tiba-tiba mengering.
Oleh karena itu, banyak tim belajar dengan cara yang pahit bahwa satu sponsor raksasa bukan jaminan. Kalau seluruh anggaran bertumpu pada satu nama, kepergian nama itu bisa menghancurkan struktur tim dalam hitungan minggu. Sebaliknya, beberapa pemain kehilangan tim, sebagian staf kehilangan pekerjaan, dan penggemar kehilangan identitas yang mereka dukung selama bertahun-tahun.
Menariknya, sisi bisnis inilah yang sering luput dari perhatian. Penonton biasanya sibuk menilai skill pemain atau strategi pelatih, padahal fondasi keuangan sama pentingnya. Faktanya, tim dengan roster juara sekalipun bisa bubar bukan karena kalah bertanding, melainkan karena kehabisan dana.
Kesimpulan: prestasi butuh fondasi yang kokoh
Singkatnya, dunia esports memang menjual mimpi soal panggung besar dan hadiah fantastis. Namun di baliknya ada realita bisnis yang rapuh, tempat satu keputusan sponsor bisa mengubah nasib seluruh tim. Faktanya, sponsor tim esports bukan sekadar logo di jersey, melainkan sumber hidup yang menentukan apakah tim bisa terus bertanding atau harus gulung tikar.
Karena itu, organisasi yang bijak mulai mendiversifikasi pemasukan, dari merchandise, konten, sampai banyak sponsor kecil agar tidak bergantung pada satu pihak. Sebagai penutup, kalau kamu penggemar esports, coba perhatikan juga sisi bisnis tim jagoanmu. Prestasi memang membanggakan, tapi tim yang bertahan lama biasanya adalah yang punya fondasi keuangan sehat, bukan cuma trofi di lemari. Selanjutnya kamu bisa membaca lebih dalam soal ekonomi kompetitif ini di artikel bagi hasil hadiah esports, atau menelusuri sejarahnya lewat halaman Esports di Wikipedia.

